Thursday, December 2, 2010

Bahagia Atau Tidak, Tergantung Pilihan Anda

Suatu ketika istri John Maxwell, pembicara motivator top, Margaret, sedang menjadi pembicara di salah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Maxwell, sang suami, duduk di bangku paling depan dan mendengarkan. Di akhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan dan tiba sesi tanya jawab. Setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangannya untuk bertanya. "Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?"


Seluruh ruangan langsung terdiam. Satu pertanyaan yang bagus.

Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab, "Tidak." Seluruh ruangan terkejut. "Tidak," katanya sekali lagi, "John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia." Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell. Maxwell juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya ingin cepat-cepat meninggalkan ruangan. Kemudian, lanjut Margaret, "John Maxwell adalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukkan, main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap ia tidak bisa membuatku bahagia." Tiba-tiba ada suara bertanya "Mengapa?" "Karena," Jawabnya, "Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri."

Margaret mengatakan, tidak ada orang lain yang bisa membuat Anda bahagia. Baik itu pasangan hidup Anda, sahabat Anda, uang Anda, hobby Anda. Semua itu tidak bisa membuat Anda bahagia, karena yang bisa membuat diri Anda bahagia adalah diri Anda sendiri. Anda bertanggung jawab atas diri Anda sendiri. Kalau Anda sering merasa berkecukupan, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, Anda tidak akan merasa sedih.

Sesungguhnya yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak adalah pola pikir kita sendiri, bukan faktor luar. Bahagia atau tidaknya hidup kita bukan ditentukan oleh seberapa Kaya kita, seberapa cantik atau tampan pasangan kita atau seberapa sukses hidup kita.

Bahagia adalah pilihan Anda sendiri!!!

Wednesday, December 1, 2010

Jadilah Dirimu Sendiri

Seorang murid bertanya pada sang Guru bagaimana ia harus menanggapi seribu orang dengan seribu komentar itu? Sambil tersenyum, sang Guru menunjuk ke pohon, lalu menunjuk bunga, lalu rumput, burung, menunjuk dirinya sendiri dan muridnya. Setelah itu tangannya menggenggam pasir kemudian pelan-pelan membuka tangannya, pasir-pasir jatuh dan beterbangan dibawa angin.

Sang Guru menunjuk pohon yang artinya pohon adalah pohon. Bunga adalah bunga, rumput adalah rumput, burung adalah burung, dia (guru) adalah dia, sang murid adalah dia (sang murid). Anda adalah Anda dan Saya adalah Saya. Sebelum akhirnya kita semua kembali menjadi debu yang beterbangan hilang dibawa angin!!!

Pohon tak pernah bisa menjadi bunga, bunga tak pernah bisa menjadi pohon. Burung selamanya adalah burung, maka burung ya jadilah burung, tak usah menjadi yang lain. Manusia ya jadilah manusia. Siapa Anda ya jadilah diri Anda sendiri!!!

Jika Anda orang tidak mampu, maka jadilah orang tidak mampu yang baik!

Jika hidup Anda kaya, jadilah orang kaya yang baik!

Siapa pun Anda, cantik atau jelek, pintar atau bodoh, ningrat atau jelata, jadilah orang yang baik!!!

Jadilah orang yang bercinta kasih dan bijaksana, bertanggung jawab dan giat berusaha, rendah hati dan selalu bersyukur.......

Menjadi diri Anda dengan baik adalah makna dan tujuan hidup....

Status dan kondisi hidup tidak penting, menjadi siapa pun tidak masalah, yang penting menjadi diri Anda yang baik dan berarti bagi sesama!!!